BITUNG, PRONews5.com — Dalam upaya nyata mendukung program ketahanan pangan nasional, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SIK, MH, pada Jumat sore (8/8) meninjau secara langsung sejumlah lahan pertanian yang akan dimanfaatkan untuk penanaman jagung. Total luas lahan yang dicek mencapai 13,5 hektar dan tersebar di berbagai wilayah strategis di Kota Bitung.
Langkah ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya swasembada pangan sebagai prioritas nasional.
“Kami dari Polres Bitung berkomitmen tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan daerah sebagai bagian dari kontribusi nyata kita terhadap bangsa,” ujar AKBP Albert Zai saat meninjau lahan.
Lahan yang dikunjungi tersebar di wilayah Kapolsek Maesa, Lembeh, Arga, Matuari, KPS, hingga Ranowulu.
Masing-masing lokasi dipersiapkan dengan matang untuk ditanami jagung, tanaman pangan strategis yang diyakini mampu meningkatkan produktivitas pertanian lokal.
Salah satu titik terbesar berada di Kecamatan Maesa dengan total 5 hektar lahan di belakang Aspol Pinokalan dan Paceda. Sedangkan di wilayah Arga, ada 3 hektar lahan yang siap dikelola.
Tak kalah penting, Kapolsek Matuari juga mengawasi 3 hektar lahan di Lingkungan 3 Perkebunan Kelurahan Tanjung Merah. Lahan lain di Lembeh, KPS, dan Ranowulu pun sudah siap digunakan.
Pentingnya kerjasama menjadi kunci keberhasilan program ini. Polres Bitung menggandeng kelompok tani dan petani lokal agar hasil panen jagung bisa disalurkan ke Bulog Kota Bitung dengan harga yang sudah disepakati, yakni Rp6.400 per kilogram untuk kadar jagung 14% dan Rp5.500 untuk kadar 18-20%.
“Ini bukan sekadar penanaman jagung, tapi juga upaya menggerakkan perekonomian lokal dan memastikan ketahanan pangan di masa depan,” jelas Kabag SDM AKP Selvi Lintjewas yang turut mendampingi dalam pengecekan.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Polres Bitung ini menjadi contoh konkret bagaimana institusi kepolisian bisa bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk tujuan strategis.
Dari inspeksi lapangan terlihat kesiapan lahan yang sudah optimal, menunjang target panen yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan lokal hingga nasional.
“Semoga hasilnya nanti tidak hanya meningkatkan produksi jagung, tapi juga memberi efek positif bagi petani dan kesejahteraan masyarakat Bitung,” imbuh Waka Polres Kompol Daniel Korompis.
Selain potensi ekonomi, program ini juga mendukung upaya menjaga ketahanan pangan nasional yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah.
Indonesia yang selama ini masih bergantung pada impor pangan, diharapkan dengan langkah-langkah seperti ini bisa semakin mandiri dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.
Seiring berjalannya waktu, program ini juga diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang bisa direplikasi di daerah lain di Sulawesi Utara maupun Indonesia secara luas.
[**/ARP]
