PIKI Desak Pemerintah Hentikan Represi, Tegakkan Keadilan Sosial

PIKI Desak Pemerintah Hentikan Represi, Tegakkan Keadilan Sosial

JAKARTA, PRONews5.com – Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) mengeluarkan seruan moral menanggapi dinamika politik dan demonstrasi yang menelan korban jiwa di berbagai daerah. Dalam seruan bertema “Tegakkanlah Keadilan” (Amos 5:15), PIKI meminta pemerintah dan DPR RI menghentikan pola represif, mengutamakan dialog, serta menunjukkan keteladanan moral dan integritas demi menjaga keutuhan bangsa.

PIKI menyampaikan dukacita atas korban jiwa dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Makassar, dan sejumlah daerah lain. Mereka juga menyesalkan rusaknya fasilitas publik akibat kericuhan yang membebani rakyat karena pembiayaan berasal dari pajak masyarakat.

Ketua Umum DPP PIKI, Dr. Badikenita Putri Sitepu, bersama Sekjen Dr. Audy WMR Wuisang, menegaskan pemerintah wajib mendengar aspirasi rakyat dengan jernih. “Pola represif justru memicu kemarahan rakyat. Negara harus mengayomi, bukan menekan,” tegasnya dalam seruan resmi, Minggu (31/8/2025).

[bacajuga berdasarkan="tag" mulaipos="1" judul="Baca Juga: "]

Selain pemerintah, PIKI juga menyoroti DPR RI. Mereka mendesak parlemen membatalkan rencana peningkatan tunjangan anggota dewan yang dinilai membebani rakyat dan bertentangan dengan amanat penderitaan rakyat.

PIKI juga meminta anggota DPR yang mengeluarkan pernyataan meresahkan segera menyampaikan permintaan maaf terbuka dan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral.

PIKI mengajak seluruh elemen bangsa untuk menegakkan keadilan sosial dengan cara damai dan beradab. Mereka menegaskan, integritas dan moral pemimpin harus menjadi fondasi dalam menjaga martabat bangsa. “Hanya dengan keadilan sosial, kesejukan hati rakyat dan stabilitas nasional dapat dipulihkan,” demikian seruan PIKI.

Seruan PIKI ini menjadi penegasan peran organisasi intelektual Kristen sebagai suara moral bangsa, yang menempatkan keadilan sebagai panggilan profetis sekaligus amanat konstitusi.

[**/ML]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *