MITRA, PRONEWS5.com — Tim Resmob Minahasa yang tengah diperbantukan sebagai pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) di Polres Minahasa Tenggara berhasil meringkus lima terduga pembuat senjata tajam dan panah wayer di Desa Molompar Induk, Kecamatan Belang, Minggu (1/12/2025) sekitar pukul 18.00 WITA.
Penangkapan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bentrok susulan setelah insiden keributan antarwarga di Desa Watuliney Raya pada Sabtu (30/11/2025).
Katim II Resmob Minahasa, Aipda Suryadi S.H., membenarkan operasi tersebut saat dikonfirmasi PRONews5.com.
Menurut Suryadi, tindakan cepat dilakukan setelah tim menerima informasi dari warga mengenai aktivitas perakitan panah wayer dan sajam jenis samurai di rumah seorang pria berinisial S.K. alias Ito di Jaga V Molompar Induk.
Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati lima orang yang diduga terlibat dalam proses pembuatan senjata ilegal tersebut.
Kelima terduga pelaku masing-masing berinisial S.K. alias Ito (27), R.K. alias Rya (17), Y.P. alias Yud (22), G.K. alias Gofer (14), dan S.R. alias Tan (17).
Mereka diduga berperan merakit sajam, meruncingkan besi untuk peluru wayer, serta menyiapkan bahan seperti paku dan potongan besi yang digunakan sebagai proyektil panah wayer.
Dari lokasi, polisi menyita dua bilah samurai, enam peluru panah wayer, satu pelontar, besi panjang sekitar 90 cm, serta sejumlah peralatan seperti gurinda dan mata gurinda.
Seluruh barang bukti beserta para pelaku langsung diamankan ke Polres Mitra untuk penyelidikan lanjutan.
Aipda Suryadi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, senjata-senjata tersebut diduga disiapkan untuk melakukan serangan balasan terhadap kelompok pemuda di Watuliney.
“Kami bergerak cepat agar tidak terjadi bentrokan susulan. Fokus utama kami adalah menjaga stabilitas keamanan antarwilayah,” tegasnya.
Langkah cepat Resmob Minahasa mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Molompar.
Seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan terima kasih atas tindakan sigap yang dinilai mampu mencegah eskalasi konflik.
Warga lainnya ikut mengaku lega karena senjata berbahaya tersebut berhasil diamankan, sehingga situasi di pesisir Belang kembali kondusif.
[**/ARP]
