MINAHASA, PRONews5.com – Gerakan penguatan sektor pertanian kembali bergema di Kabupaten Minahasa. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) bersama Dewan Pengurus Daerah Permesta Sulawesi Utara, BUMD Membangun Sulut Maju, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta sejumlah kelompok tani menggelar dua agenda penting sekaligus di Kecamatan Remboken, yakni penanaman jagung manis dan panen jagung komposit varietas Jakarin Satu.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Pareipei, Kecamatan Remboken, dengan melibatkan Kelompok Tani Garuda dan Kelompok Tani Permesta sebagai pelaksana utama di lapangan.
Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian berbasis kemitraan.
Penanaman jagung manis dilakukan di lahan seluas lebih dari satu hektare yang dikelola kelompok tani setempat. Sementara pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan panen bersama jagung komposit varietas Jakarin Satu yang melibatkan sejumlah kelompok tani dari beberapa desa.
Kelompok tani yang terlibat dalam kegiatan panen tersebut di antaranya Koptan Permesta Desa Kasuratan, Koptan Permesta Desa Pareipei, Koptan Permesta Desa Tampusu, Kelompok Tani Garuda Desa Pareipei, serta Kelompok Tani Manguni Salu Leikit dari Kelurahan Tataaran Patar, Kecamatan Tondano Selatan.
Sejumlah pejabat dan unsur pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kapolres Minahasa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa, Kasdim Minahasa, Direktur Operasional BUMD Membangun Sulut Maju Set Lumowa, para penyuluh pertanian, serta anggota kelompok tani.
Ketua DPD Permesta Sulawesi Utara, Frans Utu Kawilarang, menegaskan pihaknya akan terus mendorong kerja sama dengan kelompok tani binaan agar berbagai program pertanian dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi petani.
“Kami akan terus bersinergi dengan kelompok-kelompok tani binaan untuk memberi dukungan agar program yang telah direncanakan dapat segera terlaksana dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Kawilarang.
Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Remboken, Hetty Tumengkol, SP, menjelaskan bahwa Kelompok Tani Garuda dan Kelompok Tani Permesta selama ini menjadi kelompok yang aktif dalam kegiatan pertanian dan rutin mendapat pendampingan penyuluh.
“Kelompok tani ini sangat aktif. Kami dari BPP terus melakukan pendampingan agar apa yang mereka kerjakan di lapangan dapat menghasilkan produksi yang maksimal,” jelasnya.
Ketua Kelompok Tani Garuda, Ronny Lumowa, didampingi Sekretaris Mitha Seroy, mengaku optimistis hasil penanaman jagung manis kali ini akan memberikan hasil yang baik karena mendapat dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak.
“Kami semakin semangat karena mendapat perhatian dan pendampingan dari penyuluh, KTNA Minahasa, DPD Permesta Sulut serta dukungan dari BUMD. Kami yakin hasilnya akan maksimal,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Poktan Permesta Desa Pareipei yang didampingi Sekretaris Pala Andri. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian berbagai pihak terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayah mereka.
“Kami bersyukur atas dukungan dan kunjungan para pimpinan organisasi pertanian serta Kepala BPP Remboken. Semoga kerja keras kami ini diberkati Tuhan dan memberikan hasil terbaik bagi para petani,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Direktur Logistik BUMD Membangun Sulut Maju Meydi Susan Waridin, Ketua Kelompok Permesta Desa Tampusu Grace Tiwow, SPd, para penyuluh pertanian, serta anggota kelompok tani Permesta dan Garuda.
Usai kegiatan penanaman tahap pertama, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama serta arisan kumaya bulanan kelompok tani sebagai bentuk penguatan kebersamaan antar petani.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan koordinasi dengan Koordinator BPP Wilayah II Minahasa dan BPP Tondano Selatan terkait rencana pengembangan budidaya padi ladang varietas Inpago 13 Fortiz di Kelurahan Urongo dan Peleloan, serta rencana penanaman jagung komposit varietas Meta 90DR.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat di Kabupaten Minahasa.
[**/ARP]
