PT Jobubu (BEER) Dikepung Rp200 Miliar Dana Tertahan

PT Jobubu (BEER) Dikepung Rp200 Miliar Dana Tertahan

MANADO, PRONEWS5.COM — Laporan keuangan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) per Maret 2024 mengungkap indikasi sekitar Rp200 miliar dana perusahaan diduga tertahan dalam piutang usaha dan uang muka persediaan. Kondisi ini memunculkan tanda tanya terhadap kelancaran arus kas serta efektivitas penggunaan dana hasil penawaran saham perdana (IPO).

Berdasarkan dokumen resmi, piutang usaha tercatat sebesar Rp75,77 miliar dan didominasi transaksi dengan PT Jobubu Suksesraya Distribusi (JSD), entitas yang masih terafiliasi. Skema kredit hingga 180 hari membuat dana yang seharusnya berputar cepat diduga tertahan dalam bentuk tagihan.

Jika dibandingkan dengan penjualan kuartalan yang hanya sekitar Rp4,3 miliar, besarnya piutang tersebut terlihat tidak seimbang. Kondisi ini memperlihatkan adanya potensi tekanan terhadap likuiditas perusahaan, di mana arus kas masuk berjalan lebih lambat dari aktivitas penjualan.

[bacajuga berdasarkan="tag" mulaipos="1" judul="Baca Juga: "]

Selain itu, pos uang muka pembelian persediaan tercatat mencapai Rp124,29 miliar atau hampir setengah dari total aset. Namun dalam laporan yang sama, nilai barang jadi hanya sekitar Rp127,5 juta. Ketimpangan ini memunculkan dugaan bahwa dana dalam jumlah besar belum terealisasi menjadi persediaan atau masih tertahan dalam proses transaksi.

Dalam praktik keuangan, situasi seperti ini kerap dikaitkan dengan dana yang belum produktif, karena belum memberikan kontribusi langsung terhadap operasional maupun pendapatan perusahaan.

Di tengah kondisi tersebut, arus kas operasi tercatat negatif sebesar Rp2,46 miliar. Namun kebijakan pemberian kredit kepada pihak terafiliasi tetap berjalan, yang diduga memperpanjang siklus perputaran kas dan meningkatkan tekanan keuangan.

Manajemen perusahaan diharapkan dapat memberikan penjelasan terkait strategi pengelolaan piutang serta penggunaan uang muka dalam kegiatan operasional. Pengawasan dari jajaran komisaris juga menjadi krusial untuk memastikan setiap kebijakan tetap sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Dana sekitar Rp176 miliar yang dihimpun saat IPO kini menjadi bagian penting dalam menilai arah kinerja perusahaan. Efektivitas penggunaannya akan sangat menentukan keberlanjutan usaha ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, PRONEWS5.COM masih melakukan upaya konfirmasi kepada pihak manajemen PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk guna memperoleh penjelasan resmi dan berimbang terkait kondisi tersebut.

[**/ARP]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *