Muhammad Yahya Waloni lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 30 November 1970.
Ia berasal dari keluarga Kristen yang taat dan sempat menjadi seorang pendeta serta akademisi.
Pada Oktober 2006, ia dan istrinya memeluk Islam. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai dai yang vokal dan aktif berdakwah di berbagai daerah serta media sosial.
Ceramah-ceramahnya kerap viral, namun juga menimbulkan kontroversi karena menyinggung isu-isu sensitif antarumat beragama.
Pada 2022, ia sempat divonis 5 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena dinilai menyampaikan ujaran kebencian bernuansa SARA.
Usai menjalani hukuman, Ustaz Yahya menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada umat Nasrani dan berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam berdakwah.
Kabar wafatnya Ustaz Yahya Waloni mengundang duka dari berbagai pihak. Sosoknya yang penuh dinamika dalam dunia dakwah akan dikenang sebagai pendakwah yang pernah melalui perjalanan spiritual luar biasa. Doa dan penghormatan mengalir dari jamaah serta kalangan pendakwah atas kepergian sang ustaz.
[**/DIO]
