Kapolres dan Wawali Tomohon Pantau Penanganan Medis Siswa Diduga Keracunan MBG

Kapolres dan Wawali Tomohon Pantau Penanganan Medis Siswa Diduga Keracunan MBG

Ia menambahkan, pihaknya masih terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kemungkinan sekolah lain yang mengalami kasus serupa.


Berdasarkan keterangan yang dihimpun, gejala mulai dirasakan sekitar pukul 15.00 WITA, atau beberapa jam setelah para siswa mengonsumsi MBG dan pulang dari sekolah.

Keluhan yang dialami hampir seragam, mulai dari mual, muntah, pusing, hingga sakit perut.

[bacajuga berdasarkan="tag" mulaipos="1" judul="Baca Juga: "]

“Jam tiga mulai terasa, sekitar jam empat kondisi memburuk, kami langsung bawa anak ke rumah sakit,” ungkap salah satu orang tua siswa.

Menu MBG yang dikonsumsi hari itu, menurut pengakuan sejumlah siswa SMK Santa Familia Tomohon, terdiri dari nasi kuning, bihun, sayur timun, buah melon, serta lauk abon dan ikan pampis cakalang.

RS Gunung Maria Tomohon menjadi salah satu rumah sakit utama yang menerima pasien dugaan keracunan sejak sore hingga malam hari.

Petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD) menyebutkan puluhan siswa ditangani dengan gejala yang relatif sama.


Selain itu, sejumlah siswa juga dirawat di RS Bethesda Tomohon, RS Anugerah Tomohon dan RS Siloam Sonder Kabupaten Minahasa, menguatkan indikasi bahwa kasus ini tidak terpusat pada satu sekolah saja.

Hingga malam hari, pasien masih terus berdatangan menggunakan kendaraan pribadi, didampingi orang tua yang tampak cemas.

Meski sumber produksi MBG telah dipastikan berasal dari satu dapur, penyebab teknis dugaan keracunan belum dapat disimpulkan.

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan oleh BPOM dan Dinas Kesehatan masih ditunggu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Tomohon maupun Polres Tomohon terkait hasil awal penyelidikan serta langkah lanjutan penanganan kasus yang menyangkut keselamatan siswa tersebut.

[**/ARP]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *