JAKARTA, PRONews5.com โ Indonesia kembali mencatatkan diri sebagai sarang serangan DDoS terbesar di dunia setelah menempati peringkat pertama selama empat kuartal berturut-turut, berdasarkan Laporan Q3 DDoS Threat Cloudflare yang dirilis 3 Desember 2025.
Fakta ini menunjukkan ancaman siber asal Indonesia terus meningkat dan menjadi perhatian global.
Dilansir dari CNN Indonesia, Cloudflare menyebut bahwa โIndonesia merupakan sumber serangan DDoS terbesar, dan telah menduduki peringkat pertama di dunia selama setahun penuh sejak kuartal ketiga 2024.โ
Laporan itu juga menegaskan bahwa tujuh dari 10 sumber utama serangan DDoS dunia berasal dari Asia, dengan Indonesia mendominasi secara konsisten.
Cloudflare mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, sejak Q3 2021, permintaan serangan HTTP DDoS yang berasal dari Indonesia meningkat 31,9 persen. Kenaikan ini menempatkan Indonesia dalam radar pusat keamanan digital internasional.
Peringkat 10 negara sumber serangan DDoS terbanyak Q3 2025:
โ๐ฎ๐ฉ Indonesia (Tetap di Puncak)
โ๐น๐ญ Thailand (Naik 8 peringkat)
โ๐ง๐ฉ Bangladesh (Naik 14 peringkat)
โ๐ช๐จ Ekuador (Naik 3 peringkat)
โ๐ท๐บ Rusia (Naik 1 peringkat)
โ๐ป๐ณ Vietnam (Naik 2 peringkat)
โ๐ฎ๐ณ India (Melonjak 32 peringkat)
โ๐ญ๐ฐ Hong Kong (Turun 5 peringkat)
โ๐ธ๐ฌ Singapura (Turun 7 peringkat)
โ๐บ๐ฆ Ukraina (Turun 5 peringkat)
โ
Laporan Cloudflare juga menyoroti keberadaan botnet Aisuru, ancaman baru yang memiliki 1โ4 juta host terinfeksi di seluruh dunia.
Aisuru disebut rutin melancarkan serangan hiper-volumetrik melebihi 1 Tbps dan 1 miliar paket per detik, bahkan sempat mencapai puncak 29,7 Tbps.
Serangan ini menargetkan penyedia layanan telekomunikasi, perusahaan game, hosting, hingga layanan keuangan.
Serangan Aisuru juga dikaitkan dengan gangguan internet luas di Amerika Serikat, akibat besarnya volume lalu lintas botnet yang menembus penyedia layanan internet.
Hingga berita ini tayang, BSSN dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.
[**/VIC]
