JAKARTA, PROnews5.com – Kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan sejumlah negara di Asia, diantarnya Thailand, Vietnam dan Pakistan. Indonesia pun telah bersiap mengikuti langkah serupa dan sementara mempersiapkan berbagai kebijakan efisiensi energi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan. Ini sebagai strategi untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia sebagai respons terhadap dampak konflik geopolitik global.
“Terkait dengan kajian, dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Akan dibuka fleksibilitas untuk work from home, satu hari dalam lima hari kerja,” kata Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa hari lalu.
Namun, kata Airlangga, pemerintah masih akan mematangkan lagi skema teknis sebelum diterapkan secara luas. “Pasca-Lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” ujar Airlangga,.
Diketahui, pemerintah Pakistan mengambil langkah drastis dengan meminta setengah dari pekerja bekerja dari rumah. Kebijakan ini diambil untuk menekan konsumsi energi di tengah lonjakan harga BBM.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebutkan bahwa langkah tersebut sebagai keputusan sulit, namun diperlukan untuk melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi. Selain WFH, pemerintah juga memperpanjang libur sekolah untuk mengurangi mobilitas.
Kenaikan harga BBM di Pakistan bahkan mencapai sekitar 20 persen, memicu antrean panjang di SPBU. Kondisi ini terjadi akibat ketergantungan tinggi negara tersebut terhadap impor energi dari kawasan Teluk.
Pemerintah Thailand juga telah menerapkan kebijakan WFH bagi pegawai negeri, kecuali sektor pelayanan publik.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menginstruksikan pengaturan suhu pendingin ruangan hingga pembatasan penggunaan listrik. Selain itu, masyarakat didorong agar ikut melakukan carpooling guna mengurangi konsumsi BBM. Perjalanan dinas luar negeri juga ditunda sebagai bagian dari strategi efisiensi. Kebijakan ini menjadi paket lengkap penghematan energi di sektor pemerintahan.
Di Vietnam, pemerintah meminta sektor usaha untuk mendorong karyawan bekerja dari rumah. Kebijakan ini bertujuan mengurangi tekanan terhadap konsumsi energi nasional.
Kenaikan harga energi di Vietnam terbilang signifikan, dengan bensin naik lebih dari 30 persen. Bahkan harga solar dan minyak tanah melonjak jauh lebih tinggi akibat gangguan pasokan global.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan penimbunan bahan bakar. Antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi gambaran tekanan energi yang dihadapi negara tersebut. Kebijakan WFH yang diterapkan berbagai negara menunjukkan upaya adaptasi terhadap krisis energi global. Indonesia kini tengah menyiapkan langkah serupa sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas energi dan ekonomi nasional. (sumber : rri.co.id)
