PWI Sulut Gelar Buka Puasa Bersama, Jadi Simbol Kuat Toleransi dan Solidaritas Wartawan

PWI Sulut Gelar Buka Puasa Bersama, Jadi Simbol Kuat Toleransi dan Solidaritas Wartawan

MANADO, PRONews5.com Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara menggelar ibadah buka puasa bersama di Balai Wartawan Sam Ratulangi atau Kantor PWI Sulut, Jalan Sudirman No. 3, Kota Manado, Senin (16/3/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pengurus PWI Sulut bersama panitia Konferensi PWI Sulut, sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat toleransi di kalangan wartawan lintas agama.

Acara diawali dengan sambutan wartawan senior Midun Loho, anggota PWI yang memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI seumur hidup. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa tradisi buka puasa bersama di lingkungan PWI sudah berlangsung sejak dekade 1990-an dan menjadi simbol kebersamaan wartawan di Sulawesi Utara.

[bacajuga berdasarkan="tag" mulaipos="1" judul="Baca Juga: "]

Menurut Midun, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi memiliki makna penting dalam menjaga persaudaraan di antara insan pers yang berasal dari latar belakang agama dan budaya yang berbeda.

“Sejak tahun 90-an buka puasa seperti ini sudah rutin digelar. Ini bagian dari tradisi kebersamaan. Saya terdorong juga karena PWI Pusat menggelar kegiatan serupa,” ujar Midun Loho.

Ia menegaskan bahwa di lingkungan PWI, perbedaan agama tidak pernah menjadi penghalang untuk membangun solidaritas.

“Di PWI saya bangga karena kita tidak pernah bertanya agama seseorang. Jangan kita bertengkar soal agama. Kita semua wartawan yang menyampaikan informasi kepada publik,” katanya.

Midun juga menyoroti kuatnya nilai toleransi dalam organisasi wartawan tersebut. Ia bahkan mengungkapkan pernah dipercaya menjadi panitia kegiatan Natal meski beragama Islam.

“Yang menarik, panitia buka puasa ini banyak yang beragama Kristen. Begitu juga saat Natal, saya pernah ditunjuk menjadi panitia meski saya Muslim. Jadi saya tidak merasa asing di kegiatan keagamaan apa pun,” tuturnya.

Wartawan senior berusia 72 tahun itu berharap tradisi kebersamaan seperti ini terus dipertahankan oleh generasi wartawan berikutnya.

“Saya berharap tradisi ini tetap dijaga. Semoga tahun depan, 2027, kita bisa bertemu lagi dalam acara yang sama,” pungkasnya.

Sementara itu, mewakili Ketua PWI Sulut, Sekretaris PWI Sulut Dr. Merson Simbolon, A.Md., SE., MBA., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada wartawan yang menjalankan ibadah puasa.

Menurut Simbolon, bulan Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memperkuat empati sosial.

“Puasa mengajarkan kita meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan, melatih disiplin diri, dan memperkuat empati sosial kepada sesama,” kata Simbolon.

Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh wartawan yang menjalankan ibadah puasa diberikan kekuatan hingga menyambut Hari Raya Idulfitri.

“Atas nama Ketua PWI Sulut dan seluruh pengurus, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada wartawan PWI Sulut yang melaksanakannya. Semoga kita semua diberi kesehatan dan dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh sukacita,” ujarnya.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung sederhana namun penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi antarwartawan, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya toleransi dan solidaritas di tubuh organisasi wartawan terbesar di Indonesia itu.

[**/ARP]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *