Polda Sulut Terapkan Rekrutmen Polri Secara Transparan: Sistem BETAH, Tanpa Celah Suap!

Polda Sulut Terapkan Rekrutmen Polri Secara Transparan: Sistem BETAH, Tanpa Celah Suap!

Di awal proses seleksi, panitia juga mewajibkan penandatanganan pakta integritas, baik oleh peserta maupun orang tua. Isinya, mereka berkomitmen tidak akan mencoba menyuap atau melakukan intervensi dalam bentuk apa pun.

Hal serupa juga dilakukan panitia sebagai bentuk komitmen bersama.

“Pesan kami jelas: Jangan percaya pada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan. Semua bergantung pada kemampuan anak masing-masing,” tegas Kombes Slamet.

[bacajuga berdasarkan="tag" mulaipos="1" judul="Baca Juga: "]


Menanggapi adanya video viral orang tua yang kecewa anaknya tidak lolos ke tahap Rikkes II, AKBP Hasibuan mengimbau agar hal itu dijadikan motivasi.

“Jangan putus asa. Evaluasi dan persiapkan lebih baik di kesempatan berikutnya,” ucapnya.

Ia juga menegaskan tidak ada diskriminasi dalam proses pendaftaran. “Data Biro SDM menunjukkan latar belakang orang tua casis sangat beragam, mulai dari buruh, nelayan, petani, sopir, bahkan yang tidak bekerja,” jelasnya.

Jika ada dugaan pelanggaran, masyarakat diminta melapor dengan bukti ke Biro SDM, Itwasda, atau Propam.

Saluran pengaduan terbuka luas demi menjaga akuntabilitas proses seleksi.


Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie melalui Kabid Humas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan keluarga yang telah mengikuti proses seleksi dengan semangat dan sportivitas.

Ia mengingatkan bahwa kuota ditentukan Mabes Polri, sehingga hanya casis dengan peringkat tertinggi yang bisa lanjut.

“Untuk yang belum lolos, jangan menyerah. Terus belajar dan persiapkan diri untuk kesempatan berikut. Polda Sulut akan terus menjaga proses seleksi ini tetap adil dan bersih,” pungkas AKBP Hasibuan.

[**/ARP]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *