JAKARTA, PRONews5.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri tidak anti kritik. Hal itu disampaikan dalam rapat perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri yang digelar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).
Rapat tersebut menjadi langkah awal percepatan pembenahan internal di tubuh Polri dalam rangka memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Kapolri menyatakan, sejak awal Polri selalu terbuka terhadap masukan dan evaluasi dari masyarakat.
Kritik, menurutnya, merupakan bagian penting dalam proses reformasi dan peningkatan kinerja lembaga.
“Pada prinsipnya, Polri selalu terbuka untuk menerima perbaikan dan evaluasi.
Karena kami ingin terus meningkatkan performa agar Polri benar-benar menjadi institusi yang sesuai dengan harapan masyarakat,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, Polri merupakan anak kandung reformasi yang lahir dari semangat perubahan pasca-era 1998.
Karena itu, menurutnya, wajar jika masyarakat memiliki harapan besar terhadap kinerja dan integritas aparat kepolisian.
“Polri adalah hasil buah reformasi. Sehingga harapan masyarakat pasca-reformasi menjadi tanggung jawab moral yang harus terus kami wujudkan,” ungkapnya.
Dalam rapat perdana tersebut, sejumlah agenda penting dibahas oleh Komisi Percepatan Reformasi Polri, termasuk pembenahan struktur organisasi, peningkatan etika profesi, serta sistem pengawasan yang lebih transparan dan akuntabel.
Kapolri memastikan bahwa setiap rekomendasi yang disampaikan oleh komisi akan segera ditindaklanjuti secara konkret.
“Kami berkomitmen untuk merespons cepat dan segera mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan oleh Ketua Tim Reformasi kepada Presiden.
Semua akan kami tindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata,” tutup Sigit.
Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat reformasi kelembagaan Polri di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap kepolisian yang lebih profesional, humanis, dan berintegritas.
[**/ML]
