DPT Final PWI Sulut Ditetapkan 297 Pemilih, Pusat Tegaskan Tak Bisa Diintervensi

DPT Final PWI Sulut Ditetapkan 297 Pemilih, Pusat Tegaskan Tak Bisa Diintervensi

MANADO, PRONews5.com Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Sulawesi Utara 2026 sebanyak 297 orang, Jumat (27/3/2026). Keputusan ini bersifat final dan menjadi dasar sah pelaksanaan konferensi yang dijadwalkan berlangsung 31 Maret 2026.

Penetapan DPT tersebut dituangkan dalam surat resmi bernomor 625/PWI-P/LXXX/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh, dan Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, melalui Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang saat dikonfirmasi PRONews5.com, Sabtu (28/3/2026), membenarkan bahwa DPT tersebut merupakan hasil final yang telah ditetapkan melalui mekanisme resmi organisasi.

[bacajuga berdasarkan="tag" mulaipos="1" judul="Baca Juga: "]

“DPT itu sudah final, ditetapkan melalui rapat pleno Pengurus Harian PWI Pusat bersama Dewan Kehormatan, berdasarkan AD/ART dan hasil verifikasi database KTA,” tegas Zulmansyah.

Ia juga menegaskan, daftar tersebut menjadi satu-satunya acuan sah dalam Konferprov PWI Sulut dan tidak dapat diubah di luar mekanisme organisasi.

Dalam dokumen resmi, disebutkan DPT disusun dengan mempertimbangkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hasil verifikasi KTA, serta database resmi PWI Pusat.

Sebanyak 297 anggota yang masuk dalam daftar tersebut memiliki hak sebagai peserta penuh, baik yang berstatus aktif, terverifikasi, maupun yang masih dalam proses pencetakan KTA namun tetap memiliki hak pilih sesuai ketentuan organisasi.

Sejumlah anggota PWI di daerah memberikan apresiasi atas sikap tegas PWI Pusat yang menetapkan DPT secara final. Mereka berharap konferensi berjalan jujur, adil, dan tanpa intervensi.

Revalino Tumakaka, anggota PWI Kota Tomohon, menilai keputusan ini menjadi langkah penting dalam menjaga marwah organisasi.

“Kami mengapresiasi PWI Pusat yang sudah tegas menetapkan DPT. Harapan kami, konferensi berjalan demokratis dan tidak ada lagi polemik soal daftar pemilih,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Marcel Mekel, anggota PWI Minahasa. Ia menegaskan bahwa kepastian DPT akan mencegah konflik internal yang selama ini kerap muncul menjelang konferensi.

“Kalau DPT sudah jelas, maka semua pihak harus menghormati. Ini penting untuk menjaga persatuan di tubuh PWI,” kata Marcel.

Sementara itu, Dolly Paputungan, anggota PWI Bolmong, menyebut keputusan ini sebagai bentuk komitmen pusat dalam menjaga integritas organisasi.

“Kami di daerah tentu mendukung penuh. Jangan sampai ada upaya-upaya yang mencederai proses demokrasi di PWI,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Silvia Lasupu, anggota PWI Kota Kotamobagu. Ia berharap konferensi menjadi momentum melahirkan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.

“Apresiasi untuk PWI Pusat. Harapan kami, hasil konferensi nanti benar-benar mencerminkan suara anggota,” ujarnya.

Penegasan dari Sekjen PWI Pusat yang diperkuat dengan dukungan anggota di daerah memperlihatkan satu garis tegas: tidak ada ruang kompromi terhadap DPT.

Dalam praktik organisasi, DPT sering menjadi titik rawan konflik dan alat manuver. Namun dengan penetapan langsung oleh pusat serta dukungan akar rumput, potensi intervensi semakin sulit dilakukan.

Langkah ini sekaligus menjadi alarm bagi pihak-pihak yang mencoba bermain di wilayah abu-abu administratif. Setiap upaya mengutak-atik DPT di luar mekanisme resmi berpotensi melanggar aturan organisasi.

Dengan DPT final sebanyak 297 orang yang telah ditegaskan PWI Pusat dan mendapat dukungan anggota di daerah, Konferprov PWI Sulut 2026 kini memasuki fase penentuan.

Integritas, transparansi, dan kepatuhan terhadap aturan akan menjadi penentu utama dalam menjaga legitimasi hasil konferensi.

[**/ARP]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *