MINSEL, PRONews5.com — Pelayanan SPBU Pertamina 74.953.15 di Jalan Trans Sulawesi, Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, menuai protes keras dari warga. Sejumlah video yang beredar luas dan viral di media sosial pada Selasa (13/01/2026) memperlihatkan ketegangan antara pengendara dan petugas SPBU akibat antrean panjang yang diduga dipicu dominasi pengisian BBM menggunakan jeriken atau galon.
Dalam rekaman video tersebut, seorang pria tampak menegur keras pegawai SPBU. Ia menilai antrean galon sudah sangat keterlaluan dan merugikan masyarakat umum yang hendak mengisi BBM untuk kebutuhan kendaraan sehari-hari.
“Antrean galon ini sangat sadis,” ucap pria tersebut dalam video yang kini ramai dibagikan warganet.
Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat mengaku harus mengantre lama karena SPBU lebih banyak melayani jeriken dalam jumlah besar. Akibatnya, arus pengisian BBM menjadi tersendat dan memicu kemarahan pengguna jalan.
Warga pun mempertanyakan kebijakan pelayanan SPBU tersebut. Dugaan adanya perlakuan istimewa terhadap pengantre galon mencuat, bahkan memunculkan spekulasi soal kemungkinan adanya fee atau keuntungan tertentu di balik prioritas pelayanan tersebut.
“Kalau tidak ada kepentingan, kenapa galon selalu didahulukan?” ujar seorang pengendara dengan nada curiga.
Praktik ini dinilai bertentangan dengan aturan Pertamina yang membatasi pengisian BBM menggunakan jeriken, kecuali untuk kebutuhan tertentu dengan izin resmi. Warga menilai pengelola SPBU telah mengabaikan prinsip pelayanan publik yang adil.
Masyarakat mendesak Pertamina Patra Niaga untuk segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen SPBU, serta menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran SOP distribusi dan pelayanan BBM.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina maupun pengelola SPBU 74.953.15 Amurang belum memberikan keterangan resmi terkait protes warga tersebut.
[**/RED]
