Nyepi dan Takbiran Berdekatan, Pemerintah Pastikan Harmonis

JAKARTA, PRONews5.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai sejumlah persiapan pemerintah menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, termasuk pengaturan pelaksanaan malam takbiran di Bali yang waktunya berdekatan dengan peringatan Hari Nyepi. Laporan tersebut disampaikan usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Dalam keterangannya kepada awak media, Menag menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna menjaga ketertiban serta keharmonisan antarumat beragama, mengingat perayaan Nyepi yang identik dengan suasana hening berdekatan dengan malam takbiran yang biasanya diramaikan umat Muslim.

Menurut Nasaruddin Umar, koordinasi intensif telah dilakukan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama di Bali. Hasil koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan bersama agar kedua perayaan keagamaan tetap dapat berlangsung dengan saling menghormati.

[bacajuga berdasarkan="tag" mulaipos="1" judul="Baca Juga: "]

Ia menjelaskan, takbiran tetap dapat dilaksanakan oleh umat Muslim di Bali dengan beberapa penyesuaian agar tidak mengganggu pelaksanaan Nyepi yang menjunjung prinsip keheningan.“Takbir tetap bisa dilaksanakan, tetapi tanpa menggunakan pengeras suara atau sound system dan waktunya dibatasi, yakni mulai pukul 18.00 hingga 21.00 waktu setempat,” ujar Nasaruddin Umar.

Selain membahas pengaturan takbiran, Menag juga menyampaikan kepada Presiden mengenai kemungkinan adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di Indonesia. Ia menilai perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim dalam praktik kehidupan beragama di tanah air.

Penentuan tanggal Idulfitri, lanjutnya, akan diputuskan melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal serta perhitungan astronomi.“Perbedaan penetapan Idulfitri adalah hal yang biasa terjadi di Indonesia. Nanti kita akan melihat hasil sidang isbat untuk menentukan kapan tepatnya Hari Raya Idulfitri,” kata Nasaruddin.

Menag menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga suasana toleransi dan kerukunan antarumat beragama, terutama ketika momentum hari besar keagamaan berlangsung dalam waktu yang berdekatan.

Menurutnya, kesepakatan antara pelaksanaan Nyepi dan malam takbiran di Bali menjadi contoh nyata kuatnya semangat toleransi dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Nilai tersebut dinilai penting untuk terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

[**/IND]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *