MINAHASA– Suasana meriah penuh kehangatan mewarnai acara syukuran perayaan Tahun Baru Imlek 2576 孔子曆 (Kǒngzǐ Lì) yang digelar di kediaman keluarga pengacara kondang, Sofyan Jimmy Yosadi, pada Minggu (2/2/2025).
Sejak pukul 14.00 WITA hingga 20.00 WITA, rumah kediaman advokat ternama Sulawesi Utara ini, yang berlokasi di Desa Kamanga Jaga II, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, dipenuhi oleh para tamu dari berbagai kalangan.
Tidak hanya masyarakat setempat yang antusias menghadiri perayaan ini, sejumlah tokoh masyarakat Minahasa juga tampak hadir.
Salah satunya adalah mantan Wakil Bupati Minahasa, Ivan Sarundajang, yang datang bersama rombongan.
Tradisi dan Makna Perayaan Imlek 2576
Dalam sambutannya, Sofyan Jimmy Yosadi menjelaskan bahwa Tahun Baru Imlek 2576 jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025, dan akan mencapai puncaknya pada perayaan Cap Go Meh, yang dirayakan 15 hari kemudian, tepatnya Rabu, 12 Februari 2025.
“Biasanya, setiap tahun kami selalu mengadakan perayaan Imlek. Tahun ini kami menggelarnya beberapa hari setelah Tahun Baru, tetapi tetap dalam suasana penuh sukacita. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berkumpul dan bersyukur atas segala berkat yang telah diberikan,” ujar Sofyan Jimmy Yosadi.
Pada kesempatan tersebut, Sofyan Jimmy Yosadi juga menyinggung makna astrologi Tionghoa terkait tahun baru kali ini, yakni Tahun Shio Ular Kayu.
“Ular melambangkan kecerdasan, ketajaman, dan keberanian. Sementara elemen Kayu membawa energi pertumbuhan dan perkembangan. Kombinasi ini menciptakan tahun yang penuh peluang dan transformasi, terutama bagi mereka yang lahir di tahun Shio Ular Kayu,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa karakter orang yang lahir di bawah naungan Shio Ular Kayu umumnya memiliki potensi besar dan mampu mencapai kesuksesan di berbagai bidang.
“Mereka dikenal sebagai pribadi yang cerdas, bijaksana, dan memiliki kharisma kuat. Tak jarang, mereka menjadi sosok berpengaruh di masyarakat,” pungkasnya.
Kebersamaan dan Harapan di Tahun Baru
Acara syukuran ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara warga dan tokoh masyarakat Minahasa.
Kehangatan terasa dalam setiap interaksi, diiringi hidangan khas perayaan Imlek serta pertukaran doa dan harapan baik untuk tahun yang baru.
Dengan penuh optimisme, Sofyan Jimmy Yosadi mengajak semua yang hadir untuk menjadikan Tahun Shio Ular Kayu ini sebagai momentum untuk berkembang, beradaptasi, dan mencapai kesuksesan.
“Mari kita manfaatkan tahun ini sebagai kesempatan untuk bertumbuh, menghadapi tantangan dengan kebijaksanaan, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik,” tutupnya.
Perayaan Imlek di kediaman Sofyan Jimmy Yosadi ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu yang hadir, menegaskan bahwa tradisi, kebersamaan, dan harapan baik tetap menjadi nilai utama dalam menyambut tahun yang baru.
[**/ARP]
